Program inovasi Pelestarian Keanekaragaman Hayati melalui Program Permakultur pertama kali diimplementasikan di Indonesia pada Sektor PLTU. Program permakultur bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang produktif. Inovasi ini berdampak pada perubahan sub sistem dengan nilai tambah perubahan rantai nilai. Sebelum adanya program, lahan konservasi merupakan area reklamasi yang berfungsi sebagai Area Stock File batubara dimana diharapkan bisa berintegrasi dengan lahan pertanian mandiri yang dikelola langsung oleh UBP BSLA. Dengan demikian, dilakukan perbaikan kondisi lahan dengan pelestarian keanekaragaman hayati pada lokasi tersebut. Pelestarian keanekaragaman hayati dengan menggunakan metode Permakultur melalui pelestarian tanaman holtikultura ini dapat mengakibatkan terjadinya perbaikan fungsi lahan yaitu dari lahan reklamasi menjadi lahan yang produktif (perubahan setelah adanya program). Program Permakultur selain untuk koleksi dan pengembangbiakan tanaman holtikultura juga sebagai sarana pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan ekowisata, sumber bibit dan benih, sumber pangan, dan ruang terbuka hijau.
Dampak lingkungan yang dihasilkan adalah peningkatan indeks keanekaragaman hayati (H’) pada tahun 2024 sebesar 2,10 H’ dengan anggaran program Rp696.829.036. Value creation dan keuntungan yang diperoleh dari program ini adalah
- Produsen: keterlibatan karyawan perusahaan dalam melakukan penanaman tanaman holtikultura dan mempermudah upaya PLTU menjalankan komitmen dari rekomendasi AMDAL untuk memelihara dan melestarikan lingkungan hidup disekitar operasional perusahaan.
- Konsumen: Selain itu keuntungan yang diperoleh adalah adanya rancangan arsitektur dan pertanian yang dipersiapkan sebagai wadah edukasi lingkungan hidup, peningkatan kesadaran, kecintaan, dan partisipasi seluruh stakeholder dalam mempertahankan daya dukung alam dalam pembangunan yang berkelanjutan, dan juga lokasi konservasi menjadi tempat penelitian mahasiswa PKL di UBP Banten 1 Suralaya, serta mampu meningkatkan kesadaran lingkungan pada masyarakat.
- Replikasi program: Program permakultur juga mampu mengakibatkan replikasi atau adanya kegiatan serupa di kampung binaan UBP BSLA yaitu di Kampung Baru, Kelurahan Lebak gede, Kelurahan Pulomerak, Kota Cilegon, Prov. Banten.

Berikut disajikan data vegetasi di Area Permakultur PLTU Banten 1 Suralaya yang merupakan pemantauan tahun 2024.
Pemantauan perkembangan vegetasi tersebut dilakukan oleh PLTU Banten 1 Suralaya.


Pendataan Keanekaragaman Hayati Melalui Program Permakultur
Untuk mengetahui perkembangan vegetasi dilakukan pemantauan berupa pengumpulan data dan analisis data.
Metode Pemantauan :
- Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara pembuatan petak contoh berukuran 20 x 20 meter untuk inventarisasi jenis pohon (Ø 30 cm), 10 x 10 m untuk tiang (Ø 10 – 30 cm), 5 x 5 m untuk pancang (Ø 2 – 10 cm), dan 1 x 1 m untuk semai (tinggi < 1,5 m). Untuk penilaian penutupan kanopi dilihat berapa % kanopi menutupi daerah tutupannya atau digambarkan dengan diagram profil.
- Analisis data dilakukan dengan cara menghitung indeks keanekaragaman hayati.
Perhitungan nilai keanekaragaman jenis yang dipergunakan adalah Indeks Keanekaragaman jenis dari Shannon & Wienner dengan rumus perhitungan :


Pemantauan dilakukan setiap 3 bulan sekali. Berikut hasil analisis vegetasi di Area Permakultur.



