Sebagai bentuk implementasi kebijakan “Hijaunesia Power Peduli Planet” dan “Indonesia Power – Community Assistance, Relation and Empowerment (INPOWER-CARE)”, perusahaan menginisiasi Program Polyculture Untuk Ketahanan Pangan dan Energi Masyarakat Prasejahtera di Kelurahan Lebakgede. Program ini diharapkan mampu meningkatkan keanekaragaman hayati dan kesejahteraan Masyarakat sekitarnya.
Program konservasi dan pemberdayaan ini merupakan inovasi dibidang perubahan sistem dimana program ini dirancang agar lahan mati dapat diubah menjadi lahan produktif. Perubahan kondisi tersebut melalui sistem tumpangsari tanaman energi dan tanaman pangan.
Tanaman energi yang ditanam adalah pohon Gamal (Gliricidia sepium). Gamal dipilih karena merupakan tanaman pioneer yang dapat tumbuh pada kondisi iklim ekstrim (Elevitch dan Francis, 2005). Biomass dari tanaman sebagai sumber energi listrik memiliki nilai ekonomi yang lebih baik. (German et all. 2010)
Sedangkan tanaman pangan yang ditanam berupa vanili, jahe merah, cabai, bayam, kacang panjang, mentimun, singkong gajah, kangkong dan terong. Tanaman pangan yang dipilih adalah yang memiliki nilai ekonomis tinggi seperti vanili. Selain itu juga dipilih tanaman yang mudah perawatannya dan bisa dikonsumsi keluarga untuk menuju mandiri pangan.
Dari Program polyculture, didapatkan trending peningkatan aspek Keanekeragaman Hayati. Nilai indeks keanekaragaman hayati turut mendukung keberlanjutan kehidupan manusia.

Berikut disajikan Data Status Vegetasi Demplot di Kelurahan Lebakgede yang merupakan pemantauan tahun 2023.
Pemantauan Vegetasi Demplot di Kelurahan Lebakgede tersebut dilakukan oleh PLTU Banten 1 Suralaya. Selain kegiatan pemantauan, dilakukan pengecekan pada kondisi tanah pada lahan tersebut.


Pendataan Vegetasi di Demplot Kelurahan Lebakgede
Untuk mengetahui perkembangan vegetasi dilakukan pemantauan berupa pengumpulan data dan analisis data. Metode Pemantauan:
- a. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara pembuatan petak contoh berukuran 20 x 20 meter untuk inventarisasi jenis pohon (Ø 30 cm), 10 x 10 m untuk tiang (Ø 10 – 30 cm), 5 x 5 m untuk pancang (Ø 2 – 10 cm), dan 1 x 1 m untuk semai (tinggi < 1,5 m). Untuk penilaian penutupan kanopi dilihat berapa % kanopi menutupi daerah tutupannya atau digambarkan dengan diagram profil.
- Analisis data dilakukan dengan cara menghitung indeks keanekaragaman hayati.
Perhitungan nilai keanekaragaman jenis yang dipergunakan adalah Indeks Keanekaragaman jenis dari Shannon & Wienner dengan rumus perhitungan :


Pemantauan dilakukan setiap 3 bulan sekali. Berikut dokumentasi pemantauan Peningkatan Vegetasi Dari Program Polyculture Untuk Ketahanan Pangan dan Energi Masyarakat Prasejahtera.



