Program Rindang (Reforestasi Indah Padarincang) Untuk Strategi Mitigasi Banjir Dengan Metode Buffer Zone

Sebagai bentuk implementasi kebijakan “Hijaunesia Power Peduli Planet” dan “Indonesia Power – Community Assistance, Relation and Empowerment (INPOWER-CARE)”, perusahaan menginisiasi Program RINDANG (Reforestasi Indah Padarincang) untuk strategi mitigasi banjir dengan metode bufferzone di Desa Padarincang. Program ini diharapkan mampu meningkatkan keanekaragaman hayati dan kesejahteraan Masyarakat sekitarnya.

Program reforestasi daerah Padarincang adalah sebuah inisiatif penghijauan kembali melalui penanaman berbagai jenis vegetasi, terutama pohon-pohon lokal yang tahan erosi dan mampu menyerap air, dengan tujuan utama mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kualitas lingkungan di kawasan wisata dan pemukiman sekitar Padarincang. Strategi yang digunakan dalam program ini adalah metode buffer zone yaitu :

  1. Membangun jalur hijau penyangga di sepanjang sungai dan lereng.
  2. Menjadikan masyarakat sebagai mitra pelestari lingkungan melalui penanaman pohon lokal.

Mengintegrasikan fungsi ekologis (penyerap air, penahan erosi, habitat satwa) dengan fungsi sosial-ekonomi (wisata alam, sumber hasil hutan bukan kayu).

Berikut disajikan Data Status Vegetasi di Desa Padarincang yang merupakan pemantauan tahun 2025. Pemantauan Vegetasi di Desa Padarincang  tersebut dilakukan oleh PLTU Banten 1 Suralaya. Selain kegiatan pemantauan, dilakukan pengecekan pada kondisi tanah pada lahan tersebut.

Pendataan Vegetasi di Desa Padarincang

Untuk mengetahui perkembangan vegetasi dilakukan pemantauan berupa pengumpulan data dan analisis data. Metode Pemantauan:

  1. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara pembuatan petak contoh berukuran 20 x 20 meter untuk inventarisasi jenis pohon (Ø 30 cm), 10 x 10 m untuk tiang (Ø 10 – 30 cm), 5 x 5 m untuk pancang (Ø 2 – 10 cm), dan 1 x 1 m untuk semai  (tinggi < 1,5 m). Untuk penilaian penutupan kanopi dilihat berapa % kanopi menutupi daerah tutupannya atau digambarkan dengan diagram profil.
  2. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung indeks keanekaragaman hayati.

Perhitungan nilai keanekaragaman jenis yang dipergunakan adalah Indeks Keanekaragaman jenis dari Shannon & Wienner dengan rumus perhitungan :

Pemantauan dilakukan setiap 3 bulan sekali. Berikut dokumentasi pemantauan vegetasi dari Program RINDANG (Reforestasi Indah Padarincang) untuk strategi mitigasi banjir dengan metode bufferzone