Konservasi Eksitu Dan Perlindungan Keanekaragaman Hayati Melalui Program Kebun Raya Mini

Sebagai bentuk implementasi kebijakan “Hijaunesia Power Peduli Planet” perusahaan menginisiasi program pembangunan Kebun Raya Mini didalam areal pembangkit di kelurahan Suralaya. Inisiasi yang dilakukan adalah Program Konservasi Kebun Raya Mini dengan luasan 3,5 Ha. Program konservasi ini merupakan inovasi dibidang perubahan subsistem dimana hingga saat ini belum ada perusahaan swasta yang membangun Kebun Raya Mini di areal reklamasi di kawasan perusahaan.  Walaupun dalam Permen PU No 40/PRT/M/2007 tentang Pedoman Perencanaan Tata Ruang Kawasan Reklamasi Pantai dimungkinkan untuk kawasan hijau. Unsur kebaharuan dari inovasi ini adalah adanya kebun raya mini ataupun Taman Kehati pada areal pembangkitan telah ada prakteknya, namun bukan di areal reklamasi. Salah satu tujuan dari inovasi ini adalah untuk mencoba menanam pohon langka bukan pada habitat aslinya melainkan diluar habitat aslinya. Selain itu, Kebun raya mini ini mewakili tipologi yang lebih lengkap, yaitu mulai dari vegetasi pesisir hingga vegetasi dataran rendah, baik endemik, langka dan vegetasi yang memiliki banyak manfaat (kegunaan). Perubahan dalam Pelayanan Produk yang mampu menyerap emisi yang dihasilkan dari proses produksi.

Lokasi Kawasan Konservasi Sebelum adanya Program Kebun Raya Mini
(Kebun Homogen)

DATA-DATA PENDUKUNG

Berikut disajikan data vegetasi  di Kebun Raya Mini PLTU Banten 1 Suralaya yang merupakan pemantauan tahun 2025.

Pemantauan perkembangan vegetasi tersebut dilakukan oleh PLTU Banten 1 Suralaya. Selain kegiatan pemantauan, dilakukan juga penandaan masing-masing tanaman langka dengan pemberian tagging berupa name plate dengan identifikasi nama local serta nama ilmiah tanaman langka tersebut.

BUKTI PERHITUNGAN

Untuk mengetahui perkembangan vegetasi dilakukan pemantauan berupa pengumpulan data dan analisis data.

Metode Pemantauan :

  1. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara pembuatan petak contoh berukuran 20 x 20 meter untuk inventarisasi jenis pohon (Ø 30 cm), 10 x 10 m  untuk tiang (Ø 10 – 30 cm), 5 x 5 m untuk pancang  (Ø 2 – 10 cm), dan 1 x 1 m untuk semai  (tinggi < 1,5 m). Untuk penilaian penutupan kanopi dilihat berapa % kanopi menutupi daerah tutupannya atau digambarkan dengan diagram profil.
  2. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung indeks keanekaragaman hayati.

Perhitungan nilai keanekaragaman jenis yang dipergunakan adalah Indeks Keanekaragaman jenis  dari Shannon & Wienner dengan rumus perhitungan :

Pemantauan dilakukan setiap 3 bulan sekali. Berikut hasil analisis vegetasi di Kebun Raya Mini disajikan pada Tabel 2